Rio yang Sombong




Pada suatu malam, seekor jangkrik yang bernama Rio sedang bercermin di depan kaca. Itu memang merupakan kebiasanyaan sebelum tidur.
2017-08-17_13-32-01
Di depan cermin itulah, ia selalu berusaha mencari berbagai kelebihan yang ia miliki. Terkadang beberapa temannya tak menyukai apa yang ia lakukan. Ketika mereka sedang berkumpul, Rio pasti mulai berceloteh tentang kelebihannya yang terkadang terlalu mengada-ada. Tingkahnya ini membuatnya dijauhi oleh teman-temannya. Ia terlalu membangga-banggakan apa yang ia miliki, terutama antena yang ia miliki, Ia lupa apa yang ia miliki juga dimiliki oleh jangkrik yang lain.

Pada suatu malam itu, tiba-tiba terbesit dibenaknya bahwa banyak teman yang iri kepadanya. Ia berprasangka buruk bahwa temannya akan mencuri antena yang ia miliki. Antenanya yang panjang, lentur, dan memiliki pendengaran paling tajam memang sudah diakui di daerahnya. Jadi ia memutuskan untuk membuka antenanya dan kemudian menyimpannya. Ia tak menemukan tempat terbaik untuk menyimpan antena tersebut selain di bawah bantal yang akan ia tiduri. Maka, ia pun menyimpannya disitu. Dengan harapan tak ada satu pun temannya yang berhasil mencuri antena itu darinya. Ia tau, bahwa banyak mata-mata yang sedang mengintai. Malam itu rasa was-was berhasil menyelimutinya. Namun pada akhirnya, ngantuk berhasil menghampiri dan kemudian ia terlelap dalam mimpi indahnya.

4724x3375.jpg
Keesokan harinya, ketika ia terbangun dari lelap tidur. Ia langsung menuju cermin. Itu memang kebiasaannya setiap pagi. Tak pernah sekalipun ia melupakan kebiasaannnya ini. Hari-harinya terasa hampa jika ia tak bercemin di pagi hari.

Alangkah terkejutnya ia ketika melihat ke arah cermin. Dari cermin itu terpancar pantulan dirinya saat ini. Ia benar-benar terkejut ketika mengetahui kepalanya gundul tanpa antena. Ia berteriak sejadi-jadinya. Sangat histeris. Hingga seluruh kampung mendengarnya. Ia mulai marah-marah kepada penduduk kampung, Ia menggerutu. Ternyata firasatnya semalam tepat. Ada yang iri dengan antena indah yang ia miliki. Ia yakin, pasti salah satu jangkrik di desa telah mencurinya.

Seluruh binatang pun kasihan melihatnya. Mereka turut membantu. Semua jangkrik yang dicurigai Rio mulai diperiksa satu per satu, nihil. Antena indahnya sama sekali tak bisa ditemukan. Seperti kehilangan jejak. Rio mulai depresi. Namun singa si raja hutan yang bijak terlihat tenang memberi solusi.

2017-08-17_13-35-13.png
“Tenang, Nak. Tak perlu risau. Antenamu akan segera ditemukan. Lagian tak akan ada jangkrik lain yang tega mencuri antena milik saudaranya sendiri,” nasihat singa. Berusaha menenangkan.

“Tidak! Aku yakin antenaku dicuri. Antenaku terlalu indah dan pasti mereka iri. Dari semalam aku sudah yakin banyak mata-mata yang mengintai antenaku. Aku yakin salah satu dari jangkrik di desa ini pasti telah mencuri antenaku!” teriak Rio kesal. Dia benar-benar yakin dengan firasatnya. Rasa angkuh dan sombong telah berhasil menguasainya.

“Tapi tadi kita sudah mencari, namun kita tak menemukannya. Bagaimana jika kita mengulang kronologi hilangnya antenamu semalam?” ujar singa bijak.

Semua binatang menyetujui pendapat sang raja hutan. Dan kemudian Rio mulai mempraktikkan kejadian sebelum hilangnya antena indah miliknya itu.

Satu per satu kejadian ia praktekkan. Namun betapa terkejutnya ia ketika sampai pada bagian sebelum ia tidur. Di bawah bantal ia menemukan antenanya yang dicarinya sejak pagi.

Mengetahui hal itu semua binatang yang turut membantu turut kesal. Rio terlalu ria dan sombong. Betapa banyak teman jangkrik yang telah difitnahnya hanya karena ego yang selalu dikedepankannya.

Sejak saat itu. ia mulai mendapat banyak nasihat dari para tetua. Jangan terlalu berlebih-lebihan dengan apa yang kita miliki saat ini. Boleh jadi milik orang lain jauh lebih bagus hanya saja mereka tak memamerkannya.

Awalnya semua teman jangkrik merasa kesal karena difitnah oleh Rio. Namun ketika melihat usaha Rio meminta maaf dan berjanji untuk terus mengintropeksi diri. Merekapun memaafkannya dengan lapang dada.

“Tak masalah, Rio. Setiap kita pasti pernah melakukan kesalahan. Dan yang terpenting adalah kita bijak untuk mengakui kesalahan itu dan kemudian meminta maaf serta tak mengulanginya lagi.”

Dari kisah Rio yang sombong tadi Kita dapat mengambil pelajaran bahwa kita tak boleh sombong dengan apa yang kita punya. Karena bisa jadi punya teman kita jauh lebih baik tapi dia sama sekali tak memamerkannya. Dan juga, apapun yang terjadi kita harus selalu memaafkan dan menuntun teman kita yang salah. Karena kita semua pasti pernah dalam posisi yang sama 🙂

 

 

Sumber: Google Play Books by Nadya Husna Keumala
penulis dapat dihubingi melalui:
Gmail: nadya150798@gmail.com
Facebook: Nadya Husna Keumala
ID Line: nadya150798